Showing posts with label Kristologi. Show all posts
Showing posts with label Kristologi. Show all posts

Monday, September 29, 2008

BUKU: QUO VADIS KRISTOLOGI?


BUKU BARU

Anda pecinta tema-tema Kristologi? Atau, paling tidak menjadi pengamat dalam diskusi-diskusi dan perdebatan Teologi melalui buku-buku, internet, Gereja dan media-media lainnya?

Tahukah Anda, bahwa dalam Teologi Kristen, Kristologi adalah sebuah tema yang paling kontroversial di antara tema-tema utama lainnya. Di balik kesan kontroversial tersebut, Kristologi selalu menjadi tema yang sangat menarik dan melibatkan banyak ahli untuk menyelidiki dan menafsirkannya.

Meskipun lusinan ahli telah menyelidiki dan memberikan sumbangan pemikiran untuk interpretasi Kristologi ini, namun, tema ini belum tuntas dan terus menimbulkan kontroversi yang baru.

Telah terbit sebuah judul buku seri Kristologi baru yang inspiratif dengan judul, "Quo Vadis Kristologi".

Buku ini mengkaji ulang mengenai interpretasi keilahian Yesus Kristus. Buku ini menyingkapkan, bahwa gereja atau orang Kristen di seluruh dunia dalam segala jaman, tidak sepenuhnya mengakui Keilahian Yesus Kristus.

Keilahian Kristus hanya sebuah pendekatan filosofis gereja Kristen dalam menengahi kontroversi Kristologi semata sejak awal sejarah gereja. Keilahian Kristus hanya sebuah analisa teologis yang bersifat interpretasi yang relatif.

Buku ini akan mengubah wajah gereja dan membuka wawasan dan cara pandang orang Kristen awam yang telah dibungkam oleh kekuatan filsafat dan teologi yang hanya bersifat membela doktrin dalam sekte gereja tertentu.

Siapa pun Anda? Anda wajib membaca buku ini!

Demikian

Tuesday, November 13, 2007

Mesias: "Dua Perspektif"

Oleh Riwon Alfrey

Yesus adalah Mesias. Tetapi mengapa orang-orang Yahudi pada umumnya menolak Dia? Mengapa mereka tidak percaya bahwa Dia adalah Juruselamat?

Jawab:

Hampir selalu orang Israel membicara tentang seorang raja yang akan datang untuk membebaskan umat-Nya dan akan memerintah di Yerusalem. Mesias akan turun dari surga, mengusir bangsa Romawi dan mendirikan kerajaan Allah di bumi ini. Nubuatan Yes. 53 diterpaka kepada umat Allah, bukan untuk Mesias. Tidak ada yang memimpikan Mesias yang tidak akan menjadi raja yang mulia dan berasal dari keturunan Daud.

Tetapi Yesus datang, miskin hina dan dan dilahirkan dalam kandang. Ia tidak memiliki rumah dan hidup dikelilingi oleh nelayan-nelayan biasa. Ia mengatakan bahwa para pemungut cukai dan pelacur-pelacur akan dapat masuk ke dalam kerajaan-Nya lebih dahulu daripada pemimpin-pemimpin Yahudi paling disegani. Oleh sebab itu, betapa mudahnya untuk mengatakan bahwa Yesus adalah pembohong, ketika Ia mencoba untuk mengatakan bahwa Ia adalah Mesias. Oleh sebab itu, dalam sebagian besar pelayanan-Nya, Ia tidak mengijinkan orang berbicara tentang Dia.

Referensi


Para nabi mengenang kembali jaman keemasan Raja Daud untuk melukiskan kedatangan Mesias. Mesias akan datang sebagai anak Daud. Ia akan memerintah dari Yerusalem dan akan menjadi raja untuk selama-lamanya. Kerajaan itu dipandang sebagai pemerintahan baru Raja Daud di mana orang akan hidup bahagia dan damai, setia dan adil. Di sana tidak akan ada dosa lagi.

(1). Mesias sebagai raja, pangeran, dan kepala (Yes. 9:1-6; Yer. 23:5-8).

· Ia akan berasal dari keturunan Daud (Yesaya 11: 1; Yeremia 33:15).

· Ia akan merupakan Daud yang baru (Yeh. 37:24).

· Ia akan dilahirkan di Betlehem (Mik. 5:1-3).

· Sama seperti Daud, Dia akan memerintah umat-Nya dengan

· adil dan bijaksana.

· Kerajaan-Nya akan meluas hingga ke seluruh dunia (Yes. 42:1-9).

· Tetapi Ia seorang raja yang rendah hati, sangat berbeda dengan Raja Daud (Zak. 9:9-10).

(2). Mesias sebagai seorang saleh, hamba atau nabi.

Orang kafir akan bertobat (Yes. 49:1-7).

Orang akan memperlakukan Hamba Allah itu dengan sewenang-wenang dan menganiaya Dia. Memang Ia hanya akan dapat melukukan pekerjaan-Nya, kalau Ia menderita dan mati karena manusia (Yes. 50:4-7; 53:1-9).

Setelah itu Ia akan dipermuliakan selama-lamanya.

Kita harus memperhatikan beberapa hal berikut ini.

(1). Alkitab tidak memberikan perbedaan yang jelas antara umat Allah dan Hamba Allah. Kadang-kadang yang dimaksudkannya ialah seseorang (Yes. 49: 1); tetapi kadang-kadang seluruh bangsa (Yes. 44:21). Pembaca-pembaca bangsa Afrika dan Asia akan mengerti lebih baik daripada kebanyakan pembaca bangsa Barat mengenai cara bagaimana tiap-tiap pribadi, suku bangsa atau masyarakat itu terikat menjadi satu. Kita dapat melihat hal ini di dalam Perjanjian Baru pada waktu Paulus berkatakata tentang Gereja sebagai tubuh Kristus dan kita merupakan anggota-anggotan-Nya (I Kor. 12:2-13). Tubuh itu satu, tetapi Gereja mempunyai banyak anggota.

(2). Pada jaman Tuhan Yesus, tidak pernah terpikir oleh orang-orang Yahudi mengenai Juruselamat yang harus menderita dan mati (Yes. 53). Mereka mengharapkan seorang raja yang mulia dan berkuasa, yang akan mengusir musuh mereka dan memerintah dengan kemenangan untuk selama-lamanya. Itulah sebabnya mengapa orang-orang Farisi dan para pemimpin bangsa itu tidak mengakui Yesus sebagai Mesias. Dan orang yang tidak menerima Yesus sebagai Mesias, tidak dapat mengerti nubuat dalam Yes. 53. Dalam semua ayat. ini, Mesias dinyatakan sebagai seorang manusia, tetapi yang juga memiliki sifat-sifat ilahi. Kedatangan dan tugas-Nya merupakan bagian dari sejarah umat Allah. Kedatangan dan tugas-Nya itu akan membangun Kerajaan yang sudah sejak mulanya merupakan tujuan Allah bagi dunia ini. Di atas segala-galanya, bangsa Israel mengharapkan Mesias itu, dan Mesias digabungkan dengan Kerajaan-Nya. Tetapi Perjanjian Lama tidak memberi jawaban. Hanya di dalam kedatangan Kristuslah harapan-harapan itu akan terpenuhi. Orang-orang di dalam Perjanjian Lama yang hidup dengan iman "tidak memperoleh apa yang dijanjikan itu" (Ibr. 11:39). Perjanjian Lama itu sama seperti fajar di pagi hari yang baru; kegelapan menjadi terang, matahari hampir terbit, tetapi belum terbit. Kedatangan Yesus Kristus itu sama seperti terbitnya matahari (Mal. 4:2; Luk. 1:78).

[Sumber: Frank Michaeli, Bagaimana Memahami Perjanjian Lama (Bandung: Kalam Hidup, 1961), 31-32।]

Demikian

Intertestamental: "Mengapa ४०० Tahun?"

Mengapa nubuatan tentang Yesus digenapi setelah 400 tahun masa "sunyi" atau masa "Roh Tuhan meninggakan Israel"?


Peristiwa khusus yang berlaku dalam bangsa Israel sangat unik. Untuk
menjawab pertanyaan mengapa 400 tahun untuk menunggu kedatangan Yesus; sama halnya jika kita menanyakan petanyaan jumlah tahun-tahun seperti: (1)। Mengapa orang Israel diperbudak selama 350 tahun di Mesir? (2). Mengapa orang Israel hidup di padang gurun selam 40 tahun? (3). Mengapa orang Israel dibuang selama 40 tahun? (4). Dll sbg.

Masa intertestamental, selain dalam pengertian negatif, "sunyi" dan
"tidak ada Allah", namun secara positif disebut juga sebagai "masa persiapan" dan "masa penggenapan" nubuatan para Nabi.

Kata kunci untuk menjawab pertanyaan "mengapa harus 400 tahun" adalah dengan memahami pernyataan kitab suci, "digenapi", "telah genap waktunya", "genaplah" dan "tibalah waktunya".

Asumsi teologis tentang masa 400 tahun ini adalah:

1. Masa Penggenapan

Masa 400 tahun itu adalah "masa penggenapan" Nubuatan Nabi Daniel. Nabi daniel memberikan garis pergolakan politik yang kelak terjadi dalam jaman selama 400 tahun tersebut. Daniel sendiri hidup
pada zaman Babilonia sebagai kekuatan dunia. Tetapi ia menubuatakan bahwa kerajaan Babilonia itu akan lenyap dan akan munculkekuatan-kekuatan baru, Media-Persia. Selanjutnya akan muncul kekuatan-kekuatan lain yang akan berjaya dalam jaman Intertestamental itu, yaitu:

· Jaman Pesia (331 sM.)
· Jaman Aleksander Agung (335-323 sM.)
· Jaman Wangsa Ptolomeus (323-२०४ sM)
· Jaman Siria (204-166 sM.)
· Jaman Wangsa Makabeus (116-37 sM).
· Jaman Romawi (Mulai 37 sM-selama PB).---- Yesus lahir---

2. Masa Penghukuman

Masa 400 tahun itu adalah masa penghukuman dan pemurnian bagi orang Israel. Masa pengulangan penghukuman bagi bangsa Isarel karena kegagalan Ibadah mereka seperti yang dtulis dalam kitab nabi Maleakhi.

3. Masa Persiapan

Masa untuk mempersiapkan kedatangan Yesus bagi bangsa-bangsa. Naturalisasi bangsa-bangsa. Allah tidak lagi eksklusif milik sebuah bangsa Israel dan hanya untuk bangsa Israel, tetapi untuk semua bangsa. Dari sinilah pernyataan di Injil, bahwa "Yesus datang untuk semua".

Perjanjian Baru dan Intertestamental

Konsep-konsep selama masa Intertestamental yang secara langung atau tidak langsung mempengaruhi Perjanjian Baru.

Ada tiga sumber yang menjadi sasaran penelitian latar belakang PB, yaitu:

1. Pejanjian Lama.

2. Tulisan-tulisan Yahudi-Palestina.

(a). Tulisan apokaliptik. Tulisan apokliptik berfungsi sebagai pnghubung antara jaman nabi-nabi dan jaman PB.

(b). Naskah-naskah laut mati (di Qumran). Naskah milik suatu perhimpunan umat yang memiliki kesamaan yang erat serta memberikan dukungan yang kuat bagi gerakan apokliptik. Naskah Laut mati ini menjadi bagian dari penelitian-penelitian latar-belakang PB yang sangat diperlukan, terutama yang berkaitan dengan penafsiran PL.

(c). Kitab-Kitab Apokrifa. Walaupun tidak termasuk kanon Alkitab, kumpulan kitab-kitab ini memainkan peranan penting di kalangan Yahudi dan Kristen pada abad pertama sM.

(d). Tulisan para Rabi. Setelah kanon PL ditutup, berkembanlah tradisi tulisan para rabi. Tulisan ini mereka ini memiliki kewibawaan yang sama dengan hukum tertulis karena tulisan mereka itu merupakan penguraian hukum tertulis (di PL). Banyak hal dari tulisan Paulus yang harus ditafsirkan berdasarkan tulisan para rabi ini, karena ia dibesarkan dan dididik dalam tradisi rabi.

3. Tulisan-tulisan Helenistik.

Ada dua kelompok, yaitu: (1). Tulisan-tulisan Yahudi dan (2). Tulisan-tulisan Yunani.

(a). Filo. Filo adalah seorang Yahudi dari Aleksandria (20 sM. - 40M.), dianggap mempunyai pengaruh yang cukup besar terhadap penulis-penulis PB.

(b). Tulisan-Tulisan Hermetika. Tulisan yang terdiri dari risalah-risalah filosofi Mesir yang disebut sebagai tulisan Hermes. Hermetika ini dianggap sebagai pembimbing untuk penafsiran PB.

(c). Gnotisisme. Sebuah sistem gnotik yang sudah muncul pada abad ke-2 M. Melalui pemikiran gnosis dapat dijelaskan mengapa PB menyinggungnya sepintas lalu.

(d). Agama-agam misteri (rahasia). Ada beberapa istilah PB yang dapat dimengerti melalui konsep-konsep agama misteri ini.

Demikian

Monday, November 12, 2007

700 Nama Untuk Yesus

Elmer L. Town mendaftarkan lebih dari 700 nama dan gelar Kristus yang di tunjukkan oleh Alkitab, dan tidak mungkin nama sebanyak itu dimiliki oleh orang lain, selain Kristus saja. Selain nama "Yesus" ratusan nama lain yang Ia miliki itu itu kurang dikenal oleh orang Kristen.

Quo Vadis Kristologi?

Sebuah analisa rekonstruksi Kristologi tradisional ketika diperhadapkan dengan dinamika kontroversi Kristologi masa kini. Sejak awal kekeristenan sampai sekarang terus bermunculan kontroversi-kontroversi Kristologi, bahkan terus berkembang semakin menggegerkan. Kristologi menjadi menu yang memberikan keuntungan bagi pihak orientalis dan antikristus. Karena besarnya kekuatan konspirasi berbagai pihak, termasuk kelompok teolog, bidah, orientalis, ilmuwan, seniman, sutradara dan media-media global yang berorientasi pada ketenaran, oportunitas dan uang; maka akhir-akhir ini tantangan terhadap Kristologi itu seperti kekuatan yang siap untuk meruntuhkan fondasi kekristenan yang telah dibangun lebih dari dua millennium itu.